Download Terbaru


 Download Populer
Selamat Datang Tamu!
Guest(s)online: 1

No Members are currently logged in.
Login
Username:

Password:

  Registrasi?
HUBUNGI KAMI


PENGADILAN NEGERI PADANG

Jl. Rasuna Said No.81,Padang

Sumatera Barat-Indonesia

Telp. (0751) 27973

Fax. (0751) 27973

email: pnpadang@yahoo.co.id

situs : http://pn-padang.go.id/


lihat Peta lokasi 

SATUKAN TANGAN MENOLAK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK

Oleh adminpn
Sabtu, 21 Maret 2015 14:23:37 Klik: 2831 Cetak: 212 Kirim-kirim Print version download versi msword

Para peserta pameranpun juga berlomba untuk dikunjungi para pelajar dengan memberikn aneka souvenir. Hal lainnya yang juga dinanti adalah talkshow. Narasumber dari Mahkamah Agung, Kementerian Hukum dan HAM, Kepolisian, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Komnas Perlindungan Anak, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Talkshow ini akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berjudul : Perlindungan Hukum terhadap Perempuan di Indonesia – antara Impian dan Kenyataan, dan sesi yang kedua berjudul : Akses Keadilan Anak ; Perspektif Penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum.

Permasalahan hukum perempuan dan anak memang terus meningkat. Menurut Aris Merdeka Sirait, yang paling dominan menimpa anak adalah tindak kekerasan. "Ironisnya, yang melakukan tindak kekerasan adalah lingkaran pertama dari seorang anak seperti orang tua, saudara, dan guru". Lebih lanjut dijelaskan pemerintah mempunyai andil yang besar untuk melindungi anak-anak. Anak adalah bagian warga Negara yang harus dilindungi karena mereka merupakan generasi bangsa dimana pada masa mendatang melanjutkan kepemimpinan bangsa Indonesia. Setiap anak disamping wajib mendapatkan pendidikan formal seperti sekolah, juga wajib mendapatkan pendidikan moral sehingga mereka dapat tumbuh menjadi sosok yang berguna bagi bangsa dan negara. Sesuai dengan ketentuan Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child).

Sudah selayaknya anak dan perempuan meyadari akan hak-haknya di mata hukum sehingga mereka dapat melakukan perlindungan terhadap dirinya sendiri. Sebagai simbol menolak kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, para peserta membubuhkan cap tangannya pada selembar kain putih. "Kita sengaja siapkan kain putih ini untuk para pengunjung pameran membubuhkan tangannya. Hal ini menunjukkan kepedulian dari para pengunjung untuk menyatukan tangan menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak" tegas Ridwan Masnyur, Kepala Biro Hukum dan Humas MA.

Sumber : https://www.mahkamahagung.go.id/acc2107/level2.asp?bid=4295

 
Berita Berita Lainya Lainnya
. MA Gelar Kompetisi Inovasi Layanan Peradilan